SBY “Curhat”, Istilah Kaum Oposan yang Mengaburkan Pesan Penting bagi Rakyat

Setiap ada pendapat, opini, pesan atau arahan dari petinggi Republik ini selalu saja menimbulkan polemik dan pembicaraan hangat di masyarakat. Pidato presiden SBY yang seharusnya  berisi pesan dan peringatan penting bagi rakyatnya selalu saja dimaknai berbeda oleh kelompok tertentu. Yang paling sering beredar sekarang adalah istilah SBY “curhat”.  Dalam era demokrasi ini apapun reaksi pendapat tersebut adalah wajar saja. Tetapi tampaknya bila berlebihan merupakan hal yang tidak mendidik bagi masyarakat.  Bila setiap pesan dan peringatan penting itu diabaikan sebagai curhat maka sangat merugikan rakyat Indonesia sendiri. Sayangnya kelompok yang selalu memakai istilah curhat adalah kelompok tertentu yang punya kepentingan pribadi dan kelompok tertentu. Hal itu dapat dilihat dari siapa orangnya dan media mana yang menyebutnya. Ternyata, setiap peringatan SBY yang dianggap curhat selama ini  benar menjadi kenyataan. Selain istilah “curhat”,  senjata komunikasi kaum oposan yang lain adalah menggunakan istilah pengalihan isu, tebang pilih dan konspirasi tingkat tinggi.

Seperti contoh terakhir saat Presiden SBY menceriterakan  mendapatkan ancaman keamanan dari pihak-pihak yang berniat tidak baik dalam rangka kunjungan kerjanya ke Ciwidey, Jawa Barat. hari ini. “Saya mendapat laporan tadi malam dari jajaran pengamanan–ada diantara anak bangsa yang punya niat tidak baik yang sekarang ada di sekitar Ciwidey,” ujar SBY ketika meninjau lokasi Sekolah Calon Tamtama, Rindam III Siliwangi, Jawa Barat. Sabtu (7/8)/2010).  Menurut SBY, kelompok itu telah berhasil diatasi oleh aparat keamanan dan jajaran pengamanan presiden dan SBY juga meminta agar jajaran pengamanan presiden tetap melakukan tugasnya dengan baik. Namun demikian, SBY mengatakan bahwa ia beserta rombongan tetap akan melanjutkan kunjungan kerja selama 2 hari di Jawa Barat.

Beberapa hari setelah itu Polri melalui densus 88 telah beraksi kembali untuk menguliti tindakan misterius teroris yang berencana membuat aksi saat 17 Agustus, dan serangan terhadap beberapa kedutaan asing lainnya. Bahkan paska peringatan SBY pertengahan tahun lalu, bahwa dirinya menjadi sasaran teroris yang  juga dianggap curhat. Ternyata, beberapa minggu setelah itu polisi menemukan kelompok teroris yang tertangkap di rumah sewaan sekitar Cikeas kediaman SBY. Kelompok tersebut mengungkapkan bahwa sasaran teroris berikutnya adalah bukan lagi kepentingan asing atau Amerika di Indonesia tetapi mengarah kepada kepala pemerintahan.

Berbeda dengan beberapa presiden sebelumnya yang terkenal ceplas-ceplos dalam berkomunikasi. Bila dicermati karakteristik dan  profil SBY sebagai seorang pimpinan yang sangat cermat, perhitungan dan perfeksionis. Karakteristik pimpinan seperti ini  seharusnya tidak gegabah dalam mengungkapkan suatu pendapat atau opini terhadap rakyatnya. Bahkan, untuk mengucapkan pidato tertulis saja SBY masih harus menggunakan gladi resik ringan saat sebelum tampil dalam pidatonya.  Hal ini menunjukkan bahwa SBY sangat mengutamakan penampilan dan kualitas pesan yang ada sehingga dapat diterima oleh rakyatnya.  Setiap ucapan,  isi dari pesan dan pidato yang akan disampaikan, tampaknya SBY selalu dengan cermat mendapatkan masukan yang akurat dan cermat dari beberapa staf ahli komunikasi dan ahli sosial poltik lainya di sekitarnya.

Di pihak oposan atau kelompok yang  punya kepentingan individu dan golongannya yang  tidak sehaluan adalah wajar memakai strategi “counter” komunikasi pula dalam setiap melawan komunikasi lawan politiknya. Pertarungan komunikasi adalah salah satu strategi untuk memenangkan tampuk kekuasaan ke tahap selanjutnya dalam suksesi presiden. Tetapi seharusnya strategi perang komunikasi itu harus proposional dan cerdas. Bila hal itu tidak dilakukan maka akan mengganggu pesan penting presiden kepada rakyatnya. Bila masyarakatnya adalah kelompok orang pintar dan cerdas maka trik kelompok tertentu akan dianggap sebelah mata. Dan diyakini saat ini banyak kelompok rakyat Indonesia semkin cerdas untuk mengenali akal politik individu dan kelompok itu.  Tetapi hal ini akan menjadi masalah bila para rakyat itu adalah kelompok dengan pendidikan yang rendah. Bila ini terjadi maka perang komunikasi yang tidak proposional itu akan ditelan mentah-,entah rakyat sehingga akan membelokkan artis pesan atau peringatan penting bagi rakyatnya.

Tetapi yang penting jajaran keamanan di republik ini pasti tidak akan terpengaruh oleh perang kominikasi yang ada dalam media. Sehingga mereka dengan sigap akan terus mempertahankan republik ini dari serangan kelompok yang hendak menggulingkan presidennya. Mudah-mudahan rakyat semakin cerdas dan pintar untuk memahami perang komunikasi antara elit politik negeri ini. Sehingga pesan berharga dan peringatan penting dari pemimpinnya dapat didengar dan dapat dijadikan kewaspadaan bangsa ini semakin terlatih.

Sedangkan senjata komunikasi kaum oposan yang lain adalah menggunakan istilah pengalihan isu, tebang pilih dan konspirasi tingkat tinggi. Bahkan istilah ini sering digunakan untuk mengancam penegak hukum oleh para koruptor saat hendak diperiksa KPK atau kejaksaan Agung. Ternyata perang komunikasi itu hal sederhana yang sangat penting dan sangat ampuh untuk melawan dan menjatuhkan seseorang musuh yang dianggap mengancam. Maka tidak salah pendapat bahwa pena itu lebih tajam dibandingakn sebialh pedang. Sehingga Napoleonpun lebih takut terhadap pena wartawan dari pada ganasnya sabetan pedang lawan. Yang paling penting niat baik dan tulus seseorang SBY, harus  tidak ada yang bisa mengalahkan meski harus melawan pena bahkan tajamnya pedang.  Semoga SBY diberi kekuatan dalam perang komunikasi dalam membangun bangsa ini disela-sela ancaman para musuh politiknya.  Sebagai pimpinan yang arif SBY pasti akan sabar dan tidak terpengaruh oleh istilah “Curhat” itu. Teruslah sampaikan pesan kebaikan dan pidato berkualitas untuk membangkitkan semangat rakyat untuk membangun tanpa terpengaruh sekelompok kecil manusia yang tidak bertanggung jawab.

JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR YA!!!!MATURNUWUN!!!!!

Tentang hendry1234

orang tua:kardi iskandar dan yayuk s r alamat:krajan 2/4 bulakrejo sukoharjo
Pos ini dipublikasikan di SBY dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s