Filosofi Memaknai Menempuh Jalan Menuju Surga

Tidak semua yang mengkilat itu emas, dan tidak semua yang gemerlap itu bernilai. Dan ada orang yang menganggap jalan menuju surga itu bisa dibayarnya dengan uang. Padahal perjalanan naik menuju surga itu hanya bisa dilaksanakan dengan kepantasan, bukan harga, bukan harta dan bukan uang. Karena banyak orang yang berharta banyak tetapi tidak pantas bagi kebaikan. Berikut adalah resume lengkap yang bisa kami catat:

Entah mengapa kita selalu melihat surga itu sebuah tahapan yang harus dicapai dengan naik. Sehingga naik itu juga memberikan kesan akan sulit dan berat, kalau tidak, kita akan dibawah kemudian harus naik lagi. Lalu kita menggambarkan neraka itu dibawah.

Jadi kalau begitu, mungkin kita harus lihat lagi bagaimana kita menyikapi kehidupan ini yang naik dan yang turun. Karena banyak orang yang sudah bisa hidup dalam kualitas kesurgaan, dalam kehidupannya didunia.

Tidak semua yang mengkilat itu emas, dan tidak semua yang gemerlap itu bernilai. Dan ada orang yang menganggap jalan menuju surga itu bisa dibayarnya dengan uang. Padahal perjalanan naik menuju surga itu hanya bisa dilaksanakan dengan kepantasan, bukan harga, bukan harta dan bukan uang. Karena banyak orang yang berharta banyak tetapi tidak pantas bagi kebaikan.

Sehingga kalau boleh disimpulkan, mata uang yang bisa digunakan untuk membeli tiket masuk surga adalah kebaikan.

Kalau kita mau pergi ke surga, maka wajah kita harus menghadapa ke surga. Waktu anda menghadap kemanapun, sadarlah bahwa anda menghadap Tuhan. Maka siapapun dan apapun kejadian yang menimpa kita, terletak antara kita dengan Tuhan, dan Tuhan selalu menyaksikan.

Itu sebabnya berlakulah sebaik-baiknya, apapun keadaan yang terjadi karena kita berada dalam pengamatan Beliau.

Tidak ada kecintaan kepada Tuhan yang tidak dibuktikan dalam kehidupan. Bukti kecintaan kita kepada Tuhan adalah kita menuruti perintah Beliau untuk memuliakan kehidupan.

Kepada siapa saja yang menginginkan perubahan besar dengan segera, akan diberikan hadiah untuk berubah dengan segera dan besar. Tetapi hadiah itu akan dilihat sebagai penderitaan.

Kalau kita ingin membuat sebuah pisau, pilihan terbaik akan jatuh kepada bahan baku baja daripada yang berbahan baku tembaga. Itu sebabnya kita akan lebih memilih seseorang yang keras, sulit, dan agak sombong, untuk ditempa menjadi pribadi yang mewakili kita dengan baik, daripada seseorang yang sangat penurut.

Perhatikanlah orang-orang yang hebat dalam karirinya, waktu mudanya mempersulit orang tuanya, mengecewakan banyak pacarnya, membuat menyesal mertuanya, menyiksa para atasannya. Karena mereka punya pendapat sendiri yang kaku. Tetapi sekali mereka berpendapat benar, tidak ada uang yang membuatnya tidak jujur, tidak ada pujian yang membuatnya lemah, tidak ada hutang yang membuatnya membayar dengan hal-hal yang tidak amanah.

Jadi kalau melihat orang yang keras dan sulit, maka tersenyumlah, karena dia adalah bahan baku bagi pribadi yang hebat. Tetapi semua pandai besi juga akan memilih, baja yang terlalu sulit ditempa dan dikikir, maka  akan dibuang. Karena hidup kita pendek dan tidak banyak waktu, dan orang-orang  besar itu mencari orang kuat tapi cepat dibentuk.

Maka apapun yang orang katakan tentang karakter, jadikanlah diri anda pribadi kuat, dan ijinkan diri anda mengabdi kepada seseorang yang kuat, lalu ijinkan dia menjadikan anda wakil baginya. Karena kalau anda mewakili seseorang yang kuat, maka anda akan jadi orang yang kuat.

Kalau anda benar-benar mencintai Tuhan, jangan ada uang dengan jumlah seberapapun, yang membuat anda tidak tampil damai dihadapan Tuhan.

Kalau kita disayangi Tuhan, kita akan dibuat tidak mempunya jalan keluar, atau dibuat tidak punya apa-apa. Maksud dari Tuhan ini adalah supaya kita tahu, bahwa kita punya Tuhan.

Banyak orang yang selama memiliki banyak uang, hidupnya merasa tenang, bukan karena kesadarannya bahwa adanya Tuhan. Sehingga Tuhan ambil itu semua, lalu Tuhan bilang “Tanpa itu semuapun kalau kamu tahu ada Aku, kamu bisa tenang”.

Kalau dilihat tanda-tandanya, orang-orang yang akan duduk di surga itu adalah orang-orang yang sudah biasa dengan cara-cara yang nanti dibutuhkan di surga. Yaitu bersikap santun kepada sesama, lalu semuanya tampil dengan sebaik-baiknya. Kalau di surga kita dijadikan sebaik-baiknya, kalau dalam kehidupan di bumi, kita menjadikan diri sebaik-baiknya.

Kalau kita mau berubah, kita akan diberikan hadiah yang dinamakan ‘keterdesakan’. Saat kita tidak lagi mempunyai jalan lain kecuali melakukan sesuatu. Tetapi keterpaksaan ini sering kita lihat sebagai hukuman. Jadi kalau anda harus ‘terpaksa’ jangan lagi mengeluh, anda lihat ke arah anda biasanya melihat surga, lalu katakan “Terimakasih Tuhan, ini perintah bagiku untuk menyegerakan tindakan, tidak lagi aku menunggu siap, tidak lagi aku menunggu semuanya harus baik, dan tidak lagi aku menunggu semuanya harus setuju. Aku laksanakan sekarang”

Kalau dilihat dari sudut orang baik, ada dua jalan dalam kehidupan ini, yaitu jalan kebaikan dan jalan yang membutuhkan kebaikan. Kalau kita berbicara dari sudut kebaikan, maka tanda bahwa kita berada dalam jalan kebaikan adalah damainya hati saat mendengar seruling kebaikan. Saat kita mendengar pemuka agama berbicara kebaikan, hati kita damai. Saat berbicara dengan pemimpin yang mengharuskan kejujuran, kitapun damai.

Tetapi orang-orang yang berada pada jalan yang membutuhkan kebaikan, hatinya gelisah. Kegelisahan hati adalah tanda, bahwa kita berada pada jalan yang membutuhkan kebaikan. Jadi orang yang berada dijalan ini tidak sepanjang hidupnya, ada orang-orang yang sangat shaleh dan sangat beriman, yang pada hal-hal tertentu dia khilaf.

Apa perasaan anda jika anda mendengarkan pesan kebaikan?, Kalau anda damai berarti anda berada dijalan yang baik, tapi kalau anda gelisah anda memerlukan kebaikan.

Kalau anda mau memasak anda akan membutuhkan sesuatu yang memanaskan. Kalau anda butuh sesuatu kehidupan yang baik, maka anda membutuhkan sesuatu yang membaikkan. Dan hukumnya hanya kebaikan yang membaikkan.

Jadi apapun katanya hati, katanya pikiran, selalu tanyakan, itu membaikkan tidak?, kalau tidak, tinggalkan. Jangan percaya kepada orang telanjang yang menjanjikan baju baru bagi anda. Berapa banyak orang yang tertipu oleh orang susah, yang menjanjikan kelebihan.

Pekerjaan yang paling sedikit saingannya adalah pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Dan semua orang yang berhasil, melalui jalur itu. Yaitu apapun pekerjaannya, dia lakukan dengan sungguh-sungguh karena itu bukti bahwa dia pantas untuk naik. Dia bersungguh-sungguh supaya dia pantas untuk lebih luas. Sampai dia akhirnya berwenang.

Hidup kita terlalu penting untuk digunakan berlama-lama meragukan sesuatu. Karena semakin banyak tenaga yang anda gunakan untuk meragukan sesuatu, anda menjadikan yang ragu-raguh sebagai sebuah keyakinan. Karena yang anda fokuskan akan tumbuh.

Dalam kehidupan kita, tidak boleh kita berlama-lama tidak tegas antara jadi dan tidak jadi. Dan harus ada ketegasan anda menggunakan  tenaga anda sebagai orang baik yang mau menjadi pribadi yang berwenang membaikkan.

Jangan lagi pikirkan apa yang anda lakukan akan memasukkan anda ke surga. Fokuslah pada yang kita lakukan sekarang, karena yang kita lakukan sekarang ini adalah yang memantaskan.

Orang yang memanah itu tidak lagi melihat yang dipanahnya saja, tetapi dia memperhatikan keseluruhan prosesnya menyampaikan panah ini ke titik sasaran.

Jadi kalau begitu anda adalah anak panahnya, berangkatlah dengan kelurusan yang sempurna, karena yang bengkok akan kembali kepada anda sendiri.

Hadapkanlah wajah kita kepada Tuhan, dan sangat sadarlah bahwa kita sedang diharapkan untuk berlaku baik. Lalu perhatikan apa yang terjadi.

JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR YA!!! MATURNUWUN!!!!

Tentang hendry1234

orang tua:kardi iskandar dan yayuk s r alamat:krajan 2/4 bulakrejo sukoharjo
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s